AC tidak dingin biasanya sudah menjadi sebuah permasalahan yang cukup banyak di temui oleh kalangan para jasa servise ac yang ada di berbagai daerahnya masing-masing.

Biasanya faktor penyebab dari ac tidak dingin ini, yaitu karena terjadi oleh beberapa faktor.Dan Permasalahan kedua yang sering di temui juga ialah ac mati sendiri.Ini sering terjadi di beberapa tempat ketika tim kami dipanggil untuk memperbaiki ac.

Jadi bagaimana si cara memperbaiki ac tidak dingin? Berikut pembahasanya di bawah ini!

Pengertian AC Dalam AC Tidak Dingin

ac tidak dingin

Air Conditioner adalah sebuah alat yang mampu mengkondisikan udara. Dengan kata lain yaitu, AC ini Berfungsi Sebagai Penyejuk Udara sesuai yang diinginkan ( sejuk atau dingin ) dan nyaman bagi tubuh.

Ac Lebih Banyak digunakan di sekitar wilayah yang memiliki iklim tropis dengan kondisi temperatur udara yang relatif tinggi (panas).

Komponen Pada AC Dalam AC Tidak Dingin

Komponen AC ini dikelompokan menjadi 4 bagian, yaitu terdapat komponen utama, komponen pendukung, kelistrikan, dan juga bahan pendingin (refrigeran)

Komponen Utama AC diantaranya :

1. Kompresor

Kompresor Adalah Sebuah alat yang berfungsi sebagai penyalur gas refrigeran ke seluruh sistem yang ada. Jika dianalogikan, cara kerja kompresor AC ini itu  layaknya seperti jantung yang terdapat pada Tubuh Manusia.

Kompresor ini Memiliki 2 Pipa,Yaitu terdiri dari Pipa Hisap Dan Pipa tekan. Dan Memiliki 2 daerah tekanan, yaitu tekanan rendah dan tekanan tinggi. Ada tiga jenis kompresor  yang digunakan pada ac antara lainya Yaitu : Kompresor Torak ( Reciproacting ) Kompresor Sentrifugal, dan kompresor rotary.

2. Kondensor

Komponen ini sangat berfungsi unutuk digunakan sebagai alat penukar kalor, menurunkan temperatur refrigeran, dan mengubah wujud refrigeran dari bentuk gas menjadi cair.

Kondensor Pada AC ini biasanya di simpan pada luar ruangan (outdoor). Kondensor biasanya didinginkan Oleh Kipas (FAN), Dan fan ini berfungsi untuk menghembuskan panas yang di hasilkan oleh kondensor pada saat pelepasan Kalor yang di serap Oleh gas refrigeran.

Agar nantinya saat Proses Pelepasan kalor bisa lebih cepat, pipa kondensor didesain berliku dan dilengkapi dengan sirip.

3. Pipa Kapiler

Komponen jenis ini adalah komponen utama yang berfungsi untuk menurunkan tekanan refrigeran dan juga untuk mengatur aliran refrigeran menuju evaporator.

Fungsi utama pipa kapiler ini sangatlah vital karena komponen ini fungsinya untuk menghubungkan dua bagian tekanan berbeda, yaitu tekanan tinggi dan tekanan rendah.

Refrigeran bertekanan tinggi ini sebelum melewati sebuah pipa kapiler akan di ubah atau diturunkan tekananya. Akibat dari penurunan tekanan refrigeran menyebabkan penurunan suhu.

Pada bagian inilah (pipa kapiler) refrigeran bisa mencapai suhu terendah atau terdingin. Pipa kapiler terletak antara saringan (filter) dan Evaporator.

4. Evaporator

Komponen ini gunanya untuk menyerap dan mengalirkan panas dari udara ke refrigeran. Akibatnya, Pada wujud cair refrigeran setelah melewati pipa kepiler  nantinya akan berubah wujud menjadi gak.

Secara sederhana, evaporator bisa di katakan sebagai alat penukar panas. Udara panas di sekitar ruangan ber-AC ini nantinya diserap oleh evaporator dan masuk melewati sirip-sirip pipa sehingga suhu udara yang keluar dari sirip-sirip ini nantinya akan menjadi lebih rendah dari semua kondsi atau dingin.

Sirkulasi udara ruangan ber-AC diatur Oleh Blower indoor. Biasanya Evaporator ditempatkan pada dalam ruangan.

Komponen Pendukung AC Diantaranya :

1.Strainer Atau Saringan

Ini digunakan untuk menyaring kotoran yang terbawa oleh refrigeran di dalam sistem AC, Dan kotoran yang lolos dari saringan karena strainer rusak dapat menyebabkan penyumbatan pipa kapiler.

Akibatnya, sirkulasi refrigeran menjadi terganggung. biasanya, kotoran ini biasanya yang menjadi penyumbat sistem pendingin, seperti karat dan serpihan logam.

2. Accumulator

Komponen ini fungsinya untuk menampung sementara refrigeran cair bertemperatur rendah dan campuran minyak pelumas evaporator.

Selain itu, accumulator ini juga berfungsi untuk mengatur sirkulasi aliran bahan refrigeran agar bisa keluar-masuk melalui saluran isap kompresor.

Untuk mencegah agar nantinya refrigeran cair tidak mengalir ke kompresor, accumulator mengkondisikan wujud refrigeran tetap dalam wujud gas. Sebab, disaat wujud refrigeran ini berbentuk gas nantinya akan lebih mudah masuk ke dalam kompresor dan tidak merusak bagian dalam kompresor.

3. Minyak Pelumas Kompresor

Minyak pelumas atau oli kompresor pada sistem AC ini gunanya untuk melumasi bagian-bagian kompresor agar tidak cepat aus karena peristiwa gesekan.

Selain itu, minyak pelumas ini juga berfungsi untuk meredam panas di bagian-bagian kompresor. Sebagian kecil dari oli kompresor ini telah bercampur dengan refrigeran, yang kemudian ikut bersirkulasi di dalam sistem pendingin melewati kondensor dan evaporator.

Oleh sebab itu, oli kompresor ini harus memiliki persyaratan khusus, yaitu harus bersifat melumasi, tahan terhadap temperatur kompresor yang tinggi, memiliki titik beku yang rendah, dan tidak menimbulkan efek negatif pada sifat refrigeran serta komponen AC yang dilewatinya.

4. Kipas ( Fan atau Blower )

Pada komponen AC, Blower ini terletak pada bagian indoor yang nantinya berfungsi untuk menghembuskan udara dingin yang di hasilkan evaporator.

Fan atau kipas ini terletak pada bagian outdoor yang berfungsi untuk mendinginkan refrigeran pada kondensor serta untuk membantu pelepasan panas pada kondensor

Komponen Kelistrikan Pada AC :

1. Thermistor

Komponen kelistrikan ini adalah alat pengatur temperatur. Dengan begitu, thermistor mampu mengatur kerja kompresor secara otomatis berdasarkan perubahan temperatur.

Biasanya, termistor dipasang di bagian evaporator. Thermistor ini dibuat dari bahan semikonduktro yang dibuat menjadi kedalam beberapa bentuk, seperti piringan, batangan, atau butiran, tergantung dari pabrikan AC.

Pada thermistor ini memiliki bentuk butiran, memiliki diameter (kira-kira 3-5 mm). Kemudian, beberapa butir thermistor tersebut dibungkus dengan kapsul yang terbuat dari bahan gelas (kapsul kaca).

Selanjutnya, kapsul kaca dipasangi dua buah kaki terminal (pin). Karena ukurannya sangat kecil, thermistor berbentuk butiran mampu memberikan reaksi yang sangat cepat terhadap perubahan temperatur.

Thermistor ini dirancang agar memiliki ketahanan yang nilainya semakin mengecil ketika temperatur bertambah. Pada Unit AC, ada dua jenis thermistor, yaitu thermistor dengan temperatur ruangan dan thermistor pipa evaporator.

Thermistor temperatur ruangan ini berfungsi untuk menerima respon perubahan temperatur dan hembusan evaporator. Thermistor pipa ini berfungsi untuk menerima perubahan temperatur pada pipa evaporator.

2.PCB Kontrol

Ini merupakan alat untuk mengatur kerja keseluruhan Unit AC. Jika di analogika, fungsi PCB kontrol menyerupai fungsi otak manusia.

Di dalam komponen PCB Kontrol ini terdiri dari bermacam-macam alat elektronik, yaitu contohnya seperti thermistor,sensor,kapasitor,IC,trafo,fuse,saklar,relay , dan alat elektronik lainnya.

Fungsinya pun juga beragam, yaitu mulai dari mengontrol kecepatan blower indoor, pergerakan swing, mengatur temperatur, lama pengoperasian(timer), sampai menyalakan atau menonaktifkan AC.

3. Kapasitor

Komponen jenis ini merupakan sebuah alat elektronik yang berfungsi sebagai penyimpanan muatan listrik sementara. Dikatakan sementara, karena kapasitor ini nantinya akan melepaskan semua muatan listrik yang terkandung secara tiba-tiba dalam waktu yang sangat singkat.

Besarnya muatan yang bisa ditampung itu tergantung dari kapasitas kapasitornya. Satuan dari kapasitas kapasitor adalah Farad (F).

Biasanya, Kapasitor ini difungsikan untuk penggerak kompresor pertama kali atau starting kapasitor. Dengan bantuan starting kapasitor, mungkin hanya dibutuhkan waktu sepersekian detik atau sangat singkat untuk membuat motor kompresor berputar pada kecepatan penuh.

Lama atau singkatnya waktu yang dibutuhkan itu tergantung dari jumlah muatan listrik yang tersimpan pada kapasitor.

Setelah motor kompresor ini telah mencapai pada putaran penuh, secara otomatis hubungan listrik pada kapasitor akan dilepas, dan digantikan dengan hubungan langsung dari PLN.

Kapasitor ini nantinya akan mengisi kembali muatan dan juga akan digunakan kembali sewaktu-waktu pada saat menyalakan kompresor lagi.

Pada unit AC, biasanya terdapat dua starting kapasitor, yaitu berfungsi sebagai penggerak kompresor dan motor kipas (fan).

Pada kompresor AC ini bertenaga kira-kira mulai dari 0.5 – 2 PK yang memiliki start kapasitor berukuran 15-50 nF. Pada motor kipas (fan indoor atau outdoor) ini memiliki start kapasitor dengan ukuran 1-4 nF.

3.Overload Motor Protector (OMP)

OMP adalah sebuah alat pengaman motor listrik kompresor (biasanya terdapat pada jenis kompresor hermetik).

Kerja OMP ini dikendalikan oleh sensor panas yang terbuat dari campuran bahan logam dan bukan logam (bimetal).

Batang bimetal inilah yang nantinya untuk membuka dan juga menutup arus listrik secara otomatis ke motor listrik. Ketika bimetal dilewati arus listrik tinggi dengan secara terus menerus atau kondisi kompresor yang terlalu panas, nantinya  bimetal ini akan membuka sehingga arus listrik menuju kompresor akan putus.

Begitu juga sebaliknya. Ketika suhu kompresor turun, bimetal iini akan menutup, arus listik akan mengalir menuju kompresor sehingga kompresor ini akan kembali bekerja.

Penempatan OMP pada kompresor hermetik ini ada dua macam, yaitu external OMP (diletakan di luar body kompresor) dan juga internal OMP(diletakan di dalam kompresor).

Tapi biasanya,External OMP ini digunakan untuk mesin compresor AC yang tidak terlalu besar(0,5-1 PK), sedangkan internal OMP banyak terdapat pada mesin kompresor AC yang besar(1,5-2 PK).

4. Motor Listrik

Ini digunakan untuk  menggerakan kipas (outdoor) dan juga Blower (indoor). Dan untuk bentuk dan ukuran motor listrik indoor dan outdoor juga berbeda.

Untuk membantu memaksimalkan putaran, baik itu pada motor listrik indoor maupun outdoor, dibutuhkan start kapasitor yang berfungsi menggerakan motor listrik pertama kali sampai mencapai putaran penuh.

Selanjutnya, fungsi start capasitor ini nantinya akan digantikan oleh arus listrik PLN untuk memutar kedua motor listrik tersebut.

5. Motor Kompresor

Komponen ini berfungsi menggerakan mesin kompressor. Ketika Motor telah bekerja, kompresor ini akan berfungsi sebagai sirkulator bahan pendingin untuk menuju ke seluruh bagian sistem pendingin.

Tapi umumnya, motor kompresor ini sudah dikemas menjadi satu unit dengan kompresornya. Serupa dengan motor kipas, untuk start awal motor kompresor ini juga menggunakan bantuan start kapasitor.

Itulah tadi sedikit penjelasan mengenai komponen-komponen yang terdapat pada ac untuk dijadikan sebuah pengetahuan anda.

AC Tidak Dingin? Begini Cara Memperbaikinya yang Benar

Cuaca yang panas ini ditambah lagi dengan sinar matahari yang sangat  terik pastinya akan membuat siapa saja ingin beristirahat di ruang dingin.

Namun bagaimana jika air conditioner (AC) di kamar kamu malah nggak bisa dingin padahal sudah sering dirawat? Untuk itu lebih baiknya cari tahu penyebabnya sekaligus cara mengatasi AC nggak dingin simak berikut ini!

1. Pengaturan Remote AC yang Kurang Sesuai

Penyebab AC tidak dingin ini juga bisa datang memalui pengaturan remote AC kamu sendiri. Jika kamu salah mengatur mode-nya, mungkin bisa saja udara yang keluar dari AC kamu malah nggak dingin.

Cara untuk mengatasinya yaitu , kamu harus mengatur mode di remote AC pada mode auto ataupun cool. Dan dengan begitu, hembusan udara sejuk ini akan menjadi lebih kencang dari sebelumnya.

Selain itu, kamu juga bisa mengatur fan atau kipas AC kamu menjadi ke level maksimal supaya hembusan angin menjadi lebih kencang.

2. Kapasitas Pendinginan AC Tidak Sesuai dengan Luas Ruangan

Ternyata kapasitas pendinginan AC itu berbeda-beda lho. Kalau kamu nggak menyesuaikan kapasitas pada pendinginannya dengan luas kamar atau ruangan kamu, bisa jadi hal itu yang bisa menyebabkan AC  kamu nggak dingin walaupun sudah sering dicuci atau dirawat.

Jika kamu memiliki ruang kamar dengan ukuran  3×3 m2, sangatlah disarankan untuk menggunakan AC dengan daya setengah PK. Sedangkan jika ukuran ruang kamar kamu memiliki ukuran sekitar 6×6 m2, kamu disarankan untuk menggunakan AC dengan daya 2 PK.

3. Tegangan Listrik Tidak Stabil

Penyebab ketiga yaitu mengapa AC nggak dingin walaupun sering dicuci adalah dari tegangan listrik yang nggak stabil. AC ini sendiri juga memiliki tegangan yang lebih besar jika dibandingkan dengan peralatan elektronik lainnya.

Sehingga tegangan listrik yang nggak stabil nantinya dapat mempengaruhi kinerja AC.Namun kamu nggak usah khawatir, hanya tinggal menunggu tegangan listrik normal kembali, maka secara otomatis AC akan kembali dingin.

4. Tekanan Freon AC Kurang

Sebagai salah satu  zat yang mengandung titik didih yang sangat rendah, freon iini sangat bermanfaat sebagai bahan pendingin seperti AC dan kulkas. Oleh sebab itu, freon yang kurang atau bahkan habis bisa menjadi salah satu penyebab AC nggak dingin.

Sebenarnya freon ini hanya perlu diisi sekitar 4-5 tahun sekali saja. Tapi jika AC kamu harus sering diisi freonnya, mungkin ada penyebab lain seperti pipa freon yang bengkok/patah sehingga menyebabkan freon bocor.

Jika umur AC kamu masih terbilang cukup baru namun freonnya sering habis, kamu hanya perlu untuk memeriksa saja apakah ada atau tidaknya kebocoran pada pipa freon.

Jika nantinya ternyata terdapat gelembung pada pipa yang telah dilumuri air sabun, ini berarti pipa freon kamu bocor. Cara lainnya adalah dengan cara melihat apakah ada oli yang merembes dari pipa maupun unit AC. Jika ada, berarti pipa freon kamu untuk harus segera diperbaiki.

5. Kondisi Ruangan

Hal ini juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab AC nggak dingin. Jika ruangan tempat AC ini dipasang sering terpapar sinar matahari langsung atau terbuat dari tembok campuran semen dan pasir, ruangan akan menjadi lebih panas sehingga berpengaruh pada kinerja AC.

Jika ternyata ruangan kamu kurang mendukung untuk dipasangi AC supaya mendapatkan hasil optimal, maka cobalah untuk menurunkan suhu AC atau mengganti AC kamu dengan kapasitas pendingin yang lebih besar.

6. Peletakan Mesin AC di Tempat Sempit

Mesin AC biasanya diletakkan di luar ruangan. Namun, jika kamu meletakkan mesin AC di ruangan outdoor yang lumyan sempit, kompresor AC ini akan menjadi mudah panas dan rusak. Hal ini bisa nantinya bisa mengganggu kinerja AC sehingga bisa menyebabkan AC tidak dingin.

Solusinya adalah dengan cara meletakkan mesin AC di luar ruangan yang terbuka dan pastikan memiliki jarak minimal 60 cm dari tembok pada setiap sisinya.

7. Kompresor Rusak

Penyebab inilah ketika rusak dapat menyebabkan AC nggak dingin. Sebagai komponen utama, kompresor ini berfungsi untuk mengatur sirkulasi freon dari unit AC outdoor ke indoor dan kembali lagi ke outdoor. Kompresor yang tua juga dapat mengalami karat atau aus yang bisa menyebabkan kebocoran pada kompresor itu sendiri.

Disamping itu, ampere kompresor yang lumayan terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kerusakan pada kompresor. Atau jika ampere terlalu tinggi, kompresor juga nantinya akan menjadi mudah panas. Hal ini akan mengakibatkan kompresor menjadi lebih sering berhenti untuk mendinginkan suhunya.

Solusi untuk mengatasi kompresor yang rusak adalah dengan cara mengganti kompresor dengan yang baru dan sesuai dengan kapasitasnya. Jika ternyata usia pada AC kamu sudah lebih dari 10 tahun, kamu juga bisa langsung mengganti unit AC outdoor agar lebih hemat.

Nah kurang lebih seperti itu ya penyebab sekaligus cara memperbaiki ac yang tidak dingin supaya nantinya bisa dingin lagi.Jadi anda pastinya sudah tidak merasa kepanasan lagi karena cuaca panas.

Mungkin hanya ini saja artikel ac tidak dingin yang bisa saya sampaikan.Apabila ada kesalahan maupun kekurangan yang terdapat pada artikel saya ini, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Sekian & Terimakasih

Semoga Bermanfaat 🙂

 

 

 

× Whatsapp Kami!